bajalinks.com – Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) diprediksi akan berdampak signifikan terhadap struktur pasar kerja dalam lima tahun ke depan. Menurut laporan Future of Jobs Report 2025 yang dirilis oleh World Economic Forum (WEF), sekitar 8 persen pekerjaan global berisiko menghilang pada tahun 2030 akibat otomatisasi dan digitalisasi.
Laporan tersebut mencatat bahwa meskipun sekitar 11 juta peran baru akan tercipta karena penerapan AI dan pemrosesan data, sekitar 9 juta pekerjaan lama akan hilang. Transformasi ini mencerminkan pergeseran besar dalam cara industri beroperasi, di mana banyak pekerjaan konvensional mulai tergerus oleh otomatisasi dan inovasi digital yang pesat.
Fenomena ini tidak hanya mempengaruhi sektor tertentu, tetapi diperkirakan akan merambah berbagai bidang pekerjaan. Sementara itu, para ahli menyerukan pentingnya penyesuaian dalam pendidikan dan pelatihan tenaga kerja untuk mempersiapkan generasi mendatang menghadapi realitas baru yang lebih berfokus pada keterampilan teknologi.
Dalam konteks ini, negara-negara dan perusahaan juga dituntut untuk beradaptasi dengan cepat, agar dapat memanfaatkan peluang yang muncul dari era digital ini. Kemampuan untuk mengembangkan keterampilan baru akan menjadi faktor kunci bagi individu dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh hilangnya pekerjaan tradisional.
Dengan demikian, penting bagi pekerja untuk mulai mengeksplorasi dan mengembangkan keterampilan yang relevan, serta bagi pemerintah untuk menciptakan kebijakan yang mendukung transisi ini. Dalam situasi ini, kesadaran kolektif menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa pergeseran yang terjadi dapat dikelola dengan baik demi kesejahteraan bersama.