bajalinks.com – Peralihan pengemudi taksi daring ke kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) dapat menekan biaya operasional hingga 65 persen. Hal ini disampaikan oleh pengemudi taksi, Kholid Syaifulloh, yang telah beralih dari mobil berbahan bakar minyak ke armada listrik.
Menurut Kholid, yang telah berpengalaman selama 15 tahun dalam mengemudikan kendaraan konvensional, penghematan yang dirasakannya cukup signifikan. “Saya merasakan setelah mengganti mobil, biaya operasional harian kini hanya 35 persen dari yang sebelumnya dibutuhkan untuk mobil bensin,” ungkapnya pada Minggu, 22 Maret 2026.
Kholid juga menjelaskan bahwa peralihan ini membantunya menghadapi gejolak harga bahan bakar dan kelangkaan BBM. Meskipun pengisian daya kendaraan listrik memakan waktu, efisiensi biaya yang diperolehnya jauh lebih baik dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak. Dengan jarak tempuh harian mencapai 350 km, Kholid memiliki strategi pengisian daya yang efektif dengan total biaya di bawah Rp100.000.
Ketersediaan fasilitas pengisian daya cepat (fast charging) juga berkontribusi dalam meningkatkan produktivitasnya. Menurutnya, dengan penggunaan kendaraan listrik, biaya operasional menjadi lebih stabil. “Dengan pengaturan waktu pengisian daya yang tepat, saya dapat tetap menarik penumpang tanpa terbebani oleh biaya bahan bakar yang tinggi,” tambahnya.
Peralihan ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menawarkan solusi ekonomis bagi para pengemudi di tengah fluktuasi harga energi. Keberadaan fasilitas pendukung untuk pengisian daya menjadi elemen penting dalam memperlancar transisi ini.