bajalinks.com – Pemerintah Indonesia terus memperkuat pengelolaan sumber daya air sebagai langkah penting untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) dan produktivitas pertanian nasional. Kerjasama antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum ditujukan untuk mempercepat pembangunan serta optimalisasi sistem irigasi, yang diharapkan dapat mendukung peningkatan frekuensi tanam di berbagai daerah.
Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian, menyampaikan keyakinannya bahwa tahun 2026 akan membawa kemajuan berarti dalam sektor pertanian. Menurutnya, sinergi yang semakin solid antar wilayah, terutama di Jawa, menjadi aset penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan di tanah air. Ia optimis bahwa kerja sama yang terjalin saat ini dapat menghasilkan model percontohan terintegrasi dalam hal penyimpanan air hingga distribusi benih.
“Pengelolaan air yang tepat sangat penting untuk budidaya padi. Padi tidak memerlukan air dalam jumlah berlebihan, melainkan cukup air yang diatur secara optimal untuk meningkatkan produktivitas,” ujar Sam dalam pernyataannya pada Jumat, 3 April 2026. Ia menambahkan, jika pengelolaan air dapat disinkronkan dengan pola tanam dan percepatan tanam pascapanen, maka siklus produksi akan menjadi lebih efisien.
Dalam konteks ini, PJ Swasembada Jawa Tengah, Andi Nur Alam Syah, mengingatkan seluruh jajaran untuk tetap bersemangat dalam menghadapi tantangan di sektor pertanian, terutama menjelang periode krusial pada bulan April hingga Mei. “Semangat kita untuk mempertahankan swasembada yang berkelanjutan tidak boleh surut. Mari kita jaga bersama agar semua berjalan lancar,” tegasnya. Upaya ini diharapkan dapat menunjang kemandirian pangan di Indonesia ke depan.