bajalinks.com – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengumumkan kepastian pasokan gas sebesar 111 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dari Lapangan Gas Mako, yang terletak di Wilayah Kerja Duyung, selama sepuluh tahun ke depan. Pengumuman ini terjadi setelah proyek tersebut mencapai tahap Final Investment Decision (FID). Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat pasokan energi primer untuk kebutuhan pembangkit listrik, terutama di Batam.
Lapangan Mako, yang dikelola oleh West Natuna Exploration Limited (WNEL), berlokasi di lepas pantai Natuna, Kepulauan Riau, pada kedalaman laut sekitar 80 meter. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyatakan bahwa persetujuan FID ini merupakan pencapaian penting dalam meningkatkan produksi gas nasional. Ia menegaskan pentingnya proyek ini untuk memasuki tahap konstruksi dan pelaksanaan guna meningkatkan produksi gas dalam negeri.
Djoko menjelaskan bahwa proses menuju FID telah berlangsung cukup lama, dimulai dari penandatanganan kontrak pada tahun 2007, dilanjutkan dengan penemuan gas pada tahun 2017, serta beberapa langkah pengembangan lainnya hingga FID tahun ini. Diperkirakan, produksi gas akan dimulai pada tahun 2027.
Rakhmad Dewanto, Direktur Utama PLN EPI, menyambut baik pencapaian FID ini. Ia menjelaskan bahwa perjanjian jual beli gas yang ditandatangani pada Juli 2025 adalah bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan pasokan gas untuk kebutuhan listrik di wilayah Batam dan Sumatera bagian tengah, yang mengalami pertumbuhan kebutuhan listrik tahunan sebesar 12-15%. Dengan penurunan pasokan gas dari Sumatera, suplai gas dari Natuna menjadi krusial untuk mendukung ketahanan energi nasional.