bajalinks.com – Produksi beras nasional diprediksi akan terus meningkat, dengan estimasi mencapai 10,16 juta ton pada periode Januari-Maret 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa luas panen padi sepanjang tahun 2025 mencapai 11,32 juta hektare, meningkat 12,69 persen dibandingkan tahun 2024.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa peningkatan luas panen berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan produksi. Dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada 2 Februari 2026, ia menjelaskan bahwa total produksi padi sepanjang 2025 mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling (GKG), mencatatkan kenaikan 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan produktivitas juga terlihat, dengan rata-rata mencapai 53,18 kuintal per hektare, yang lebih tinggi dibandingkan dengan 52,90 kuintal per hektare pada 2024. Dengan tren positif ini, kondisi produksi padi memasuki awal 2026 masih tergolong baik. BPS memprediksi luas panen padi untuk periode Januari-Maret 2026 akan mencapai 3,28 juta hektare, meningkat 15,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, diperkirakan potensi produksi padi pada periode ini akan mencapai 17,65 juta ton GKG, dengan kenaikan 15,80 persen. Data ini menunjukkan adanya harapan yang tinggi terhadap ketahanan pangan di Indonesia, sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi pertanian nasional. Para ahli menyatakan bahwa peningkatan ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan menjaga stabilitas harga beras di pasaran.