bajalinks.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan peringatan tegas kepada Iran terkait potensi pemblokiran Selat Hormuz. Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa jika Iran tidak membuka selat tersebut dalam waktu 48 jam, Amerika Serikat akan mengambil langkah agresif dengan menyerang infrastruktur energi Iran.
Trump mengungkapkan ancaman ini melalui media sosial pada hari Minggu, 22 Maret 2026. Ia menekankan, “Jika Iran tidak sepenuhnya membuka Selat Hormuz tanpa ancaman dalam waktu 48 jam sejak sekarang, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dari yang terbesar.” Ancaman ini muncul di tengah meningkatkan ketegangan yang menyebabkan banyak kapal ragu untuk melintasi Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan guncangan global dalam pasokan energi.
Hampir tertutupnya Selat Hormuz telah berimplikasi pada lonjakan harga gas di Eropa yang mencapai 35 persen dalam seminggu terakhir. Angkatan Bersenjata Iran, melalui Komando Militer Khatam al-Anbiya, menyatakan bahwa mereka akan merespons jika AS menyerang infrastruktur energi mereka, dengan menargetkan fasilitas energi, teknologi informasi, dan desalinasi milik AS di kawasan tersebut.
Ini bukan kali pertama Trump mengeluarkan ancaman terhadap infrastruktur energi Iran. Sebelumnya, ia juga mengatakan bahwa serangan besar-besaran terhadap ladang gas South Pars sedang dipertimbangkan. Ketegangan yang berkepanjangan ini meningkatkan rasa tidak aman di wilayah strategis tersebut, membuktikan betapa kompleksnya dinamika politik dan ekonomi di kawasan Timur Tengah.