bajalinks.com – CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menekankan pentingnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menjaga stabilitas dan transparansi pasar modal Indonesia. Dalam pernyataannya, Rosan menyebut bahwa BUMN menjadi tulang punggung utama bursa domestik dan berkontribusi hampir 30 persen terhadap total kapitalisasi pasar.
Rosan mengungkapkan hal ini dalam acara yang berlangsung di Wisma Danantara pada Jumat, 30 Januari 2026. Ia menjelaskan bahwa banyak perusahaan BUMN yang telah terdaftar di bursa dan memiliki dampak signifikan terhadap nilai pasar secara keseluruhan. Menurutnya, dengan semakin kuatnya kontribusi BUMN, diharapkan pasar modal Indonesia dapat terus berkembang dan bersaing di tingkat global.
Sejalan dengan visi penguatan tata kelola pasar, Rosan menegaskan dukungannya terhadap rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini, menurutnya, akan membawa bursa Indonesia ke standar internasional, di mana Sovereign Wealth Fund sering berperan penting dalam ekosistem pasar modal.
Rosan menambahkan bahwa Danantara siap berpartisipasi dalam struktur baru bursa untuk meningkatkan kedalaman pasar. Ia menilai bahwa contoh dari negara lain menunjukkan keberhasilan integrasi antara sovereign wealth fund dengan bursa.
Pernyataan Rosan juga sejalan dengan arahan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, yang sebelumnya menekankan perlunya pengurangan konflik kepentingan di pengelola bursa. Ini merupakan bagian dari reformasi yang diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan untuk memperkuat pasar modal Indonesia.