bajalinks.com – Anggota Komite IV DPD RI, Yance Samonsabra, menegaskan pentingnya akses layanan jasa keuangan di seluruh wilayah Provinsi Papua Barat, terutama di daerah terpencil. Hal ini bertujuan untuk mendukung pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat. Pernyataan tersebut disampaikan pada acara FinExpo 2026 yang berlangsung di Universitas Papua, Manokwari, pada Jumat lalu.
Yance menjelaskan bahwa untuk mengembangkan sektor-sektor produktif seperti pertanian dan perikanan, perlu adanya ketersediaan modal usaha bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro kecil. Sayangnya, kondisi saat ini menunjukkan bahwa pemanfaatan potensi ekonomi di Papua Barat belum berjalan optimal karena keterbatasan akses terhadap modal usaha.
Pemerintah daerah, bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga pembiayaan lainnya, diharapkan dapat menyediakan layanan keuangan yang sesuai dengan skala usaha masyarakat. Selain itu, Yance juga menekankan pentingnya penyuluhan kepada masyarakat mengenai produk keuangan legal, agar mereka terhindar dari risiko investasi dan pinjaman ilegal.
Saat ini, indikasi rendahnya pemahaman keuangan di Papua Barat tercermin dari indeks literasi keuangan yang hanya mencapai 41,60 persen, meskipun indeks inklusi keuangan tercatat lebih tinggi, yaitu 86,75 persen. Kesenjangan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan lembaga keuangan untuk meningkatkan edukasi terkait literasi keuangan.
Yance menyimpulkan bahwa melalui edukasi yang efektif, masyarakat akan lebih memahami manfaat investasi dan risiko kredit, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.