bajalinks.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengambil keputusan untuk mempertahankan batas maksimal biaya tambahan bahan bakar pesawat, atau fuel surcharge, untuk penerbangan domestik kelas ekonomi sebesar 40 persen dari Tarif Batas Atas (TBA) pada bulan November 2026. Kebijakan ini diambil di tengah kondisi harga avtur yang mencapai Rp23.315 per liter.
Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, besaran maksimal fuel surcharge tetap tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya. Ini mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 1041 Tahun 2026, yang menetapkan biaya tambahan akibat fluktuasi bahan bakar untuk tarif penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri.
Per 1 November 2026, harga avtur rata-rata terpantau di level Rp23.315 per liter, dengan rentang harga antara Rp21.950 hingga Rp25.900 per liter. Penetapan batas maksimal fuel surcharge sebesar 40 persen ini didasarkan pada harga-harga tersebut. Lukman menjelaskan bahwa angka ini adalah batas maksimal yang dapat dikenakan oleh maskapai, bukan berarti harga tiket pesawat akan mengalami kenaikan otomatis sebesar 40 persen.
Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga kestabilan tarif penerbangan domestik, di tengah tantangan yang dihadapi oleh industri penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar. Kemenhub berkomitmen untuk terus memantau perkembangan harga avtur dan dampaknya terhadap biaya operasional maskapai, demi melindungi kepentingan publik serta menjaga keberlanjutan sektor penerbangan di Indonesia.