bajalinks.com – Pembangunan infrastruktur fisik dan tata ruang wilayah dianggap sebagai kunci utama mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, menurut pernyataan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dalam acara BMP Digital Infrastructure Summit yang berlangsung di Jakarta pada 12 Oktober 2026, AHY menegaskan pentingnya kesiapan sarana fisik sebagai fondasi adopsi kecerdasan buatan (AI).
AHY menjelaskan bahwa lompatan teknologi tidak dapat dicapai tanpa dukungan infrastruktur yang memadai. Menurutnya, ada empat fondasi utama yang diperlukan untuk implementasi AI, yaitu konektivitas, komputasi, konteks, dan kompetensi. Pembangunan kewilayahan dan infrastrukturnya berfungsi sebagai pendorong penting bagi perkembangan dunia digital.
Pasar ekonomi digital Indonesia kini menunjukkan tren yang sangat menjanjikan, dengan nilai transaksi mencapai 100 miliar dolar AS. Ini menjadikan Indonesia sebagai pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Dengan populasi yang berada di urutan keempat terbanyak di dunia, Indonesia juga menempati posisi keempat dalam jumlah pengguna layanan digital global, didorong oleh peningkatan transaksi melalui sistem QRIS.
Namun, meski pasar digitalnya besar, Indonesia masih berada di peringkat 76 di dunia dalam kesiapan teknologi, menunjukkan perlunya perbaikan dalam penyebaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), riset dan pengembangan, serta dukungan industri dan pembiayaan. AHY menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi regulasi menjadi langkah yang mendesak untuk meningkatkan daya saing global. Dia menandaskan bahwa keahlian tenaga kerja perlu ditingkatkan melalui pendidikan dan kesiapan modal manusia untuk memaksimalkan potensi ekonomi digital nasional.