bajalinks.com – Fenomena Lipstick Effect menjadi sorotan dalam konteks perekonomian saat ini, di mana masyarakat memilih menunda pembelian barang besar seperti rumah dan mobil akibat tekanan biaya hidup yang meningkat. Ekonom dari Bank Danamon Indonesia, Hosianna Evalita Situmorang, menjelaskan bahwa masyarakat kini mengalihkan pengeluaran mereka ke produk dan layanan yang lebih terjangkau, termasuk hiburan seperti pergi ke kafe atau membeli makanan premium.
Meskipun ada sektor yang terdampak oleh kondisi ekonomi, beberapa lainnya justru menunjukkan pertumbuhan. Misalnya, sektor makanan dan minuman (FnB) tetap ramai, bahkan setelah kenaikan harga bahan bakar minyak. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran dalam pola konsumsi, di mana masyarakat memilih cara-cara alternatif untuk menikmati hidup tanpa mengeluarkan biaya besar.
Hosianna juga menyebutkan bahwa fenomena ini mempengaruhi sektor manufaktur. Para produsen masih mampu meneruskan kenaikan biaya bahan baku kepada konsumen berkat adanya permintaan yang tetap stabil. Ini tercermin dari berbagai program promosi dan diskon yang diluncurkan oleh pelaku ritel dan sektor perbankan, yang menunjukkan bahwa meski ada tekanan, konsumsi tetap dapat berkembang.
Dalam pandangannya, meski ada tantangan dalam jangka pendek, ekonomi tetap bergerak karena masyarakat masih memiliki daya beli. Tren Lipstick Effect diperkirakan akan terus berlanjut, memberikan dampak positif bagi beberapa sektor yang dapat beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen. Dengan demikian, adaptasi di pasar menjadi kunci penting bagi berbagai sektor bisnis dalam menghadapi situasi ekonomi saat ini.