bajalinks.com – Angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Khusus (BBK) mencapai 2,1 juta ton hingga Agustus 2026. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sekitar 2 juta ton. Peningkatan ini menunjukkan permintaan yang stabil terhadap layanan logistik energi di Indonesia.
Memasuki semester kedua tahun 2026, layanan pra dan purna angkutan BBM dan BBK menunjukkan pertumbuhan lebih dari 10% dibandingkan dengan rata-rata kinerja pada semester pertama tahun ini. Ferdian Pardosi, VP of Commercial KAI Logistik, menyatakan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan kebutuhan terus-menerus terhadap layanan logistik energi.
Ferdian menggarisbawahi bahwa layanan pra dan purna bukanlah sekadar aktivitas tambahan, melainkan bagian integral dari rantai pasok energi. Layanan ini dilaksanakan sejak tahun 2020 dan mencakup berbagai kegiatan, seperti bongkar muat, pemeliharaan ketel, serta penanganan klaim susut. Dengan terus berkembangnya kebutuhan logistik energi, KAI Logistik berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanannya.
Angkutan BBM dan BBK menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung penyediaan energi di Indonesia, dan kinerjanya yang semakin baik dapat mempengaruhi stabilitas pasokan energi secara keseluruhan. Keberlanjutan dan peningkatan layanan ini diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang dan menjamin distribusi energi yang efisien bagi seluruh lapisan masyarakat.