bajalinks.com – Pemerintah Indonesia mengambil langkah proaktif untuk menangani potensi kekeringan di berbagai daerah saat musim kemarau. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan 10.789 sumur bor yang mampu mengalirkan air lebih dari 114 ribu meter kubik per detik.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga menyiagakan berbagai infrastruktur, termasuk bendungan, bendung, embung, dan waduk, untuk memastikan pasokan air tetap tersedia. Infrastruktur tersebut memiliki peranan penting dalam mendukung kebutuhan masyarakat serta lahan pertanian, terutama di tengah ancaman kekeringan dan fenomena El Nino.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa pengelolaan sumber daya air sangat krusial dalam menjaga ketahanan pangan dan produktivitas pertanian di tengah perubahan iklim. “Kementerian PU terus berkomitmen untuk membangun infrastruktur yang diperlukan agar ketersediaan air untuk irigasi dapat terjaga,” ujarnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Kementerian PU juga melakukan pengaturan pola operasi bendungan dan jaringan irigasi untuk meningkatkan efisiensi distribusi air. Dalam menghadapi kondisi darurat, peralatan dapat disiapkan untuk diterjunkan ke daerah yang terdampak. Tercatat, ada 125 unit mobile pump, 921 pompa alkon, dan 49 mesin bor yang siap digunakan.
Di sektor pertanian, teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) didorong untuk mengurangi penggunaan air. Pembangunan infrastruktur air yang masif, termasuk bendungan dan jaringan irigasi, diharapkan dapat memperkuat ketahanan air nasional dalam jangka panjang. Saat ini, Kementerian PU mengelola 240 bendungan dengan kapasitas total 7,89 miliar meter kubik dan lebih dari 1.000 tampungan air baku untuk mendukung kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia.