bajalinks.com – Pengawasan distribusi BBM dan LPG di Indonesia menjadi semakin ketat. PT Elnusa Petrofin (EPN), anak perusahaan dari PT Elnusa Tbk, mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan pengawasan terhadap distribusi energi, termasuk dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM), LPG, aviasi, petrokimia, pelumas, serta layanan logistik kimia. Saat ini, operasional Elnusa tersebar di lebih dari 98 lokasi di seluruh Indonesia dan didukung oleh jaringan 51 Fuel Terminal Pertamina Patra Niaga.
Untuk meningkatkan efektivitas distribusi, Elnusa mengimplementasikan sistem digital yang canggih, seperti Road Traffic Control (RTC) yang beroperasi 24 jam. Sistem ini memantau armada distribusi secara real-time dengan dukungan lebih dari 2.900 perangkat GPS dan lebih dari 2.200 unit CCTV yang ditempatkan pada armada. Pemantauan ini mencakup pergerakan kendaraan, perilaku berkendara, serta kondisi perjalanan, yang semuanya bertujuan untuk memberikan keamanan dan ketepatan dalam pendistribusian energi.
Ferdiansyah, perwakilan Elnusa, menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen untuk memastikan setiap distribusi energi berjalan aman dan tepat waktu demi memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia. Dalam upaya mengelola risiko operasional, Elnusa juga menerapkan sistem Journey Risk Management, yang berfungsi untuk mengidentifikasi dan mengantisipasi potensi risiko perjalanan sejak perencanaan rute hingga tiba di lokasi tujuan.
Dengan langkah-langkah tersebut, Elnusa Petrofin berupaya menjaga keselamatan pengemudi, kendaraan, dan muatan selama proses distribusi. Melalui teknologi dan sistem manajemen yang terintegrasi, Elnusa berharap dapat meningkatkan efisiensi dan keandalan dalam pendistribusian energi di tanah air.