bajalinks.com – Kenaikan harga patokan ekspor (HPE) komoditas logam mulia emas terjadi pada paruh kedua Agustus 2026, sebagaimana diumumkan oleh Kementerian Perdagangan Indonesia. Nilai HPE emas kini dipatok sebesar US$131.777,67 per kilogram, meningkat 0,65 persen dari nilai sebelumnya yang sebesar US$130.921,50 per kilogram.
Selain HPE, harga referensi (HR) emas juga mengalami kenaikan menjadi US$4.098,75 per troy ounce, naik dari US$4.072,12 per troy ounce. Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, fenomena ini diakibatkan oleh pelonggaran kebijakan moneter global, termasuk pemangkasan suku bunga acuan dunia. Hal ini mengurangi tingkat pengembalian pada instrumen investasi konvensional, mendorong investor beralih ke komoditas emas sebagai sarana perlindungan nilai aset.
Migrasi modal investor ini, lanjut Tommy, mengakibatkan lonjakan permintaan emas secara global. Dalam kondisi permintaan yang tinggi dan keterbatasan pasokan emas fisik, harga di pasar internasional menjadi terdorong naik.
Faktor lain yang turut mempengaruhi kenaikan HPE dan HR emas adalah depresiasi nilai tukar mata uang dunia serta penurunan imbal hasil obligasi global. Selama periode pengumpulan data, pergerakan nilai emas tercatat naik 0,65 persen, menunjukkan tren positif di tengah keadaan pasar yang dinamis.
Kenaikan harga ini menjadi tanda bahwa investor semakin melirik komoditas emas sebagai pilihan investasi yang lebih stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global.