bajalinks.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membagikan pemaparan mengenai kekuatan fundamental ekonomi Indonesia serta peluang investasi yang ada di berbagai sektor. Hal ini disampaikan saat acara Canada Investment Summit 2026 yang berlangsung di Toronto, Kanada pada Kamis, 17 September 2026.
Airlangga menekankan posisi Indonesia sebagai negara ASEAN pertama yang menandatangani Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Kanada. Dalam sesi diskusi yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, ia menggarisbawahi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil, berkisar 5 persen, serta laju inflasi yang terjaga di bawah 3 persen, yang dianggap sebagai faktor positif untuk meningkatkan kepercayaan para investor.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga mempresentasikan beragam proyek investasi yang sedang berjalan, termasuk proyek Liquefied Natural Gas (LNG) senilai USD 5,1 miliar di British Columbia, yang saat ini telah mencapai 60 persen dalam fase konstruksi. Selain itu, Indonesia juga melakukan negosiasi untuk berinvestasi dalam pabrik pulp dan kertas di Kanada serta persiapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk pusat data di dalam negeri.
Airlangga menambahkan bahwa Indonesia memiliki kapasitas sebagai produsen utama tembaga dan bauksit, serta menyimpan cadangan nikel terbesar di dunia, yang sangat penting untuk mendukung rantai pasok energi bersih secara global. Ia mendorong peningkatan ekspor stainless steel Indonesia ke Kanada, yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
“Potensi ini perlu dimaksimalkan agar kita dapat bersama-sama memanfaatkan peluang yang ada,” tegas Airlangga.