bajalinks.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menguji level kritis pada perdagangan pekan 5-9 Oktober 2026. Dalam momen penting ini, pergerakan indeks saham domestik terlihat berada di sekitar level psikologis 6.000. Investor kini menantikan keputusan kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) serta rilis data ekonomi nasional yang dapat memengaruhi sentimen pasar.
Equity Analyst dari PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, mengungkapkan bahwa secara teknikal, IHSG saat ini masih tertekan tren bearish pada jangka pendek. Meskipun demikian, penutupan bulan lalu di level 6.036,89, mengalami kenaikan 0,46 persen setelah sempat menyentuh level terendahnya di 5.979,98, menunjukkan bahwa terdapat daya beli yang mampu menahan penurunan lebih jauh.
Menurut Imam, level resistance pertama yang harus diperhatikan adalah di angka 6.184-6.200. Ia menjelaskan bahwa level 6.184 merupakan titik penting secara teknikal yang harus ditembus untuk mengonfirmasi perubahan arah tren. Selama IHSG tetap berada di bawah level tersebut, setiap kenaikan dari 6.000 akan dilihat sebagai technical rebound dan bukan perubahan tren yang signifikan.
Belum adanya konfirmasi breakdown di bawah 6.000 memberi peluang bagi IHSG untuk melakukan technical rebound. Akan tetapi, perubahan arah tren yang jelas baru akan terlihat jika IHSG dapat mencatat higher high dan berhasil menembus resistance yang ada. Jika indeks dapat melewati level 6.184 dan bertahan di atasnya, maka struktur pergerakan jangka pendek akan menunjukkan perbaikan yang signifikan.