bajalinks.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) telah memisahkan aset jaringan bernilai Rp85,7 triliun kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan manajemen infrastruktur dan memperluas akses layanan bagi pelaku industri di Indonesia. Aset yang dipisahkan meliputi lebih dari 112 ribu kilometer jaringan fiber optik, termasuk 26 ribu kilometer sistem komunikasi kabel laut domestik.
Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, mengungkapkan bahwa pemisahan aset ini telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham independen melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Proses ini diakhiri dengan penandatanganan akta pemisahan antara kedua direktur utama perusahaan. Menurut Nanang, InfraNexia berpotensi menjadi penyedia infrastruktur terbesar di Indonesia, dengan jaringan yang mencakup berbagai wilayah, dan hal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta kontribusi pendapatan dari segmen bisnis bagi TelkomGroup.
Seno Soemadji, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, menambahkan bahwa konsolidasi aset di InfraNexia akan memberikan peluang lebih besar untuk meningkatkan utilitas jaringan. Ini juga memungkinkan kolaborasi yang lebih erat antara para pelaku ekosistem digital nasional. Dia menjelaskan bahwa skala infrastruktur yang lebih besar akan memberikan fleksibilitas bagi InfraNexia untuk menghadirkan solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Bagi Telkom, pemisahan ini tidak hanya mengenai pengelolaan aset, tetapi juga bagian dari visi untuk memperkuat fondasi layanan digital dan ekosistem kedaulatan digital Indonesia, demi pertumbuhan yang lebih berkelanjutan bagi seluruh mitra di sektor Digital.