bajalinks.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memperkirakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami penurunan ke level 5.000-an. Proyeksi ini disampaikan pada forum BIG Market Insight 2026 di Jakarta, pada tanggal 8 Oktober 2026, oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. Menurut keterangan Hasan, prediksi tersebut telah menjadi bagian dari diskusi internal OJK sejak Februari 2026.
Hasan menekankan bahwa reformasi struktural pasar modal yang dijalankan bertujuan untuk meningkatkan integritas dan transparansi, namun belakangan ini memberi tekanan pada pasar dalam jangka pendek. OJK telah mempertimbangkan dampak dari reformasi ini, meski terdapat sejumlah faktor eksternal yang turut mempengaruhi IHSG sepanjang tahun ini.
Salah satu faktor yang diidentifikasi adalah perubahan outlook dari lembaga pemeringkat internasional, seperti Moody’s dan Fitch. Perubahan ini berkontribusi pada sentimen pasar yang melemah. Selain itu, kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menciptakan peningkatan ketegangan geopolitik global yang berdampak pada distribusi barang, harga komoditas, serta inflasi.
Kenaikan harga energi dan komoditas, peningkatan inflasi, serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah turut menambah beban pada pasar. Hasan menekankan pentingnya situasi ini untuk diperhatikan oleh para pelaku pasar, mengingat implikasi yang mungkin muncul dari berbagai faktor yang berinteraksi dalam sistem pasar modal nasional. OJK tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas pasar di tengah tantangan yang ada.