bajalinks.com – Indonesia mengincar posisi sebagai produsen panas bumi terbesar di dunia, berusaha menggeser kepemimpinan Amerika Serikat. Potensi sumber daya yang melimpah serta komitmen pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan menjadi pendorong utama ambisi ini.
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Ahmad Yani menyampaikan bahwa Indonesia saat ini berada di urutan kedua dalam produksi panas bumi di dunia, setelah AS. Dalam sebuah media briefing yang berlangsung di Jakarta pada Rabu, 4 November 2026, Ahmad menyatakan optimisme bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin dalam sektor energi panas bumi. “Potensinya sudah ada dan tidak ada isu terkait dengan sumber daya,” ujarnya.
Melihat kapasitas yang ada, Ahmad menekankan bahwa sumber daya panas bumi yang melimpah menjadi modal utama bagi Indonesia dalam meningkatkan kapasitas produksi energi. Komitmen pemerintah dalam mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan juga semakin ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional yang terus berkembang.
Sebagai langkah konkret, pemerintah telah melakukan alokasi dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Hijau untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dengan kapasitas sebesar 5,2 gigawatt (GW). Langkah ini diharapkan dapat mempercepat transisi Indonesia menuju pemanfaatan energi terbarukan yang lebih berkelanjutan.
Dengan sederet potensi yang ada, Indonesia optimis dapat merealisasikan cita-citanya untuk menjadi produsen panas bumi nomor satu di dunia, sekaligus berkontribusi signifikan terhadap kebutuhan energi global yang ramah lingkungan.