bajalinks.com – Kementerian Investasi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan investasi sebesar Rp2.100 triliun hingga tahun 2026. Target ini didasari oleh peluncuran Badan Pengelola Investasi Danantara dan pelaksanaan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, yang menjadi ajang promosi investasi global.
Deputi Bidang Promosi dan Penanaman Modal BKPM, Nurul Ichwan, menyatakan bahwa keikutsertaan Danantara pada forum internasional ini adalah langkah strategis untuk menarik minat investor asing. Sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia, Danantara diharapkan mampu menjadikan Indonesia sebagai pilihan utama bagi investor global yang ingin berkolaborasi dalam berbagai proyek pembangunan.
Nurul Ichwan menegaskan pentingnya menciptakan citra positif bagi Indonesia sebagai negara yang stabil dan kaya akan sumber daya. Dalam konferensi pers di Kantor Danantara, ia menjelaskan, “Tahun 2026 ini kami diberi target Rp2.100 triliun untuk realisasi investasi, dan kami percaya stabilitas negara sangat penting bagi para investor.”
Dalam upaya meningkatkan visibilitas Danantara, pemerintah berkomitmen untuk mempromosikan lembaga ini di WEF 2026. Melalui pertemuan ini, diharapkan negara-negara lain akan lebih mengenal Danantara serta bersedia menjalin kemitraan dalam proyek-proyek yang bermanfaat bagi pembangunan nasional.
Dengan optimisme yang tinggi, Kementerian Investasi berharap upaya ini akan menarik lebih banyak investasi, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.