bajalinks.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya terobosan nyata untuk mencapai swasembada energi, sebagai bagian dari target Presiden Prabowo Subianto. Dalam sambutannya pada acara Sidang Dewan Pleno DPP HIPMI, Bahlil menyatakan bahwa swasembada energi bukan hanya sekadar komitmen administratif, melainkan memerlukan inovasi dan tindakan konkret.
Bahlil mengingatkan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap impor energi merupakan indikator kegagalan dalam mewujudkan kemandirian. Dia menjelaskan bahwa untuk dapat menjadi negara yang mandiri dalam hal energi, perlu ada langkah-langkah nyata dan penerapan teknologi yang efektif. Dengan kondisi saat ini, di mana banyak sumur minyak bumi yang telah menua, Bahlil menyatakan bahwa intervensi teknologi menjadi keharusan. Dari total 39.000 hingga 40.000 sumur yang ada, hanya sekitar 17.000 hingga 18.000 sumur yang masih beroperasi secara optimal, sedangkan sisanya tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Bahlil menyerukan kepada semua pihak untuk menyikapi tantangan ini dengan serius. Hal ini penting agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen energi, tetapi juga produsen yang mampu memenuhi kebutuhan sendiri. Dengan komitmen dan inovasi yang tepat, harapan untuk mencapai swasembada energi bisa terwujud, sehingga kemandirian energi nasional dapat dicapai dalam waktu dekat. Keberhasilan dalam sektor ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.