bajalinks.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan masa depan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan tidak akan terganggu, meskipun PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) ditunjuk sebagai eksportir tunggal untuk komoditas strategis seperti Crude Palm Oil (CPO), ferro alloy, dan batu bara. Dalam konferensi pers pada Jumat, 5 Juni 2026, Purbaya dengan tegas membantah berbagai isu yang beredar mengenai potensi pembubaran DJBC.
Purbaya menjelaskan bahwa DJBC tetap berfungsi dalam pelayanan dan pengawasan arus barang baik yang masuk maupun yang keluar dari wilayah pabean Indonesia. “Bea cukai dibubarkan apa enggak? Enggak dibubarkan,” ungkapnya. Pernyataan ini sejalan dengan penjelasan Direktur Jenderal Bea Cukai, Djaka Budhi Utama, yang menegaskan bahwa semua fungsi DJBC akan tetap berjalan hingga Desember 2026.
Djaka menambahkan bahwa keberadaan PT DSI tidak akan menghilangkan peran DJBC, melainkan justru akan bekerja sama untuk mendata aktivitas perdagangan komoditas Indonesia. Dia menjelaskan bahwa selama periode transisi, DJBC akan terus memberikan layanan seperti biasa, dengan DSI berfungsi untuk mencatat perdagangan dan berkolaborasi dalam pengawasan.
Isu mengenai pembubaran DJBC muncul di tengah situasi perdagangan yang dinamis. Keberadaan DSI diharapkan dapat memperkuat sektor perdagangan nasional tanpa mengurangi otoritas dan tugas DJBC dalam mengatur arus barang. Dengan demikian, diharapkan hubungan antara keduanya dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia di masa mendatang.