bajalinks.com – Harta kekayaan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menjadi sorotan setelah penangkapannya oleh Pasukan Elite AS, Delta Force. Penangkapan ini diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan bahwa A.S. telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela. Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dalam konteks perubahan pemerintahan yang diinginkan di negara tersebut.
Trump menjelaskan, A.S. akan mengelola Venezuela untuk memastikan transisi kekuasaan yang aman. Dalam pernyataannya, dia menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Marco Rubio tengah menyusun rencana pengelolaan negara itu setelah penangkapan tersebut. Proses hukum yang akan dihadapi Maduro dijadwalkan dimulai pada Senin, 5 Januari 2026, di pengadilan federal A.S., yang diperkirakan akan berlangsung bertahun-tahun.
Sidang awal ini akan menjadi langkah prosedural yang menandai dimulainya kasus pidana resmi terhadap Maduro di sistem peradilan A.S. Persidangan akan berlangsung pada pukul 12.00 waktu setempat di Pengadilan Distrik A.S. untuk Distrik Selatan New York, Manhattan. Hakim Alvin K. Hellerstein, yang telah menangani banyak kasus berprofil tinggi selama lebih dari satu dekade, akan memimpin sidang tersebut.
Polemik mengenai harta kekayaan Maduro berkembang seiring dengan situasi yang semakin kompleks di Venezuela. Penangkapannya menjadi titik balik dalam dinamika politik di negara tersebut dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai masa depan pemerintahan dan stabilitas politik pasca-Maduro. Penangkapan ini menambah ketegangan antara A.S. dan Venezuela, serta memicu perhatian global terhadap dampak langkah-langkah tersebut terhadap rakyat Venezuela.