bajalinks.com – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp10,23 triliun pada semester pertama tahun 2026. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pencapaian ini terjadi di tengah tantangan yang dihadapi industri penerbangan global, seperti gejolak geopolitik di Timur Tengah yang mulai mempengaruhi sektor aviasi sejak akhir kuartal pertama tahun ini.
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad Rizal Pahlevi, menjelaskan bahwa pertumbuhan pendapatan perusahaan sebagian besar didorong oleh kinerja positif bisnis non-aeronautika. Hal ini merupakan hasil dari transformasi yang dilakukan di bawah projek Danantara. Dalam pernyataan resminya, Rizal menyatakan, “Transformasi yang dijalankan di bawah Danantara membuat InJourney Airports tetap mampu menjaga pertumbuhan pendapatan di tengah tantangan global, khususnya melalui penguatan bisnis non-aeronautika.”
Pengembangan area komersial di beberapa bandara utama menjadi faktor kunci dalam peningkatan pendapatan. Penataan kawasan ritel di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, konsep shopping arcade di Terminal 1C, serta pengembangan area komersial berkonsep single flow di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali memberikan kontribusi signifikan terhadap aktivitas belanja penumpang.
Selain itu, operasional terminal baru di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang dimulai pada November 2025 juga menambah potensi pendapatan non-aeronautika. Terminal baru ini dilengkapi dengan area komersial modern dan meningkatkan kapasitas bandara dari sebelumnya 7 juta penumpang per tahun menjadi 15,5 juta. Dengan langkah-langkah ini, InJourney Airports berupaya untuk tetap tangguh dan beradaptasi di tengah tantangan yang ada.