bajalinks.com – Petani transmigran di Distrik Oransbari, Kawasan Transmigrasi Momiwaren, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, kini dapat mengeringkan gabah dengan lebih efisien berkat mesin pengering berkapasitas dua ton. Teknologi ini dikembangkan oleh Tim Ekspedisi Patriot dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (TEP ITS), yang mampu memangkas waktu pengeringan dari tiga hingga tujuh hari menjadi hanya belasan jam.
Masyarakat setempat sebelumnya sangat bergantung pada kondisi cuaca untuk mengeringkan hasil panen mereka, yang seringkali mengganggu lalu lintas akibat penjemuran manual di jalan. Dengan pengoperasian yang didukung oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), mesin ini juga mengatasi masalah pasokan listrik yang kerap dihadapi kawasan tersebut.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menjelaskan bahwa pengenalan teknologi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta meningkatkan pendapatan mereka. Dalam pernyataannya pada Minggu (1/11/2026), Menteri Iftitah menegaskan bahwa transmigrasi tidak hanya berkaitan dengan pemindahan penduduk, tetapi juga dengan pembangunan kawasan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan adanya alat ini, petani tidak hanya mendapatkan kemudahan dalam proses pengeringan, tetapi juga kesempatan untuk melakukan pengolahan pascapanen yang akan meningkatkan kualitas beras. Hal ini membuka peluang bagi mereka untuk menjual produk dengan harga yang lebih baik, yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi ekonomi lokal.
Inovasi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif dan membantu masyarakat setempat untuk lebih mandiri, serta mengurangi ketergantungan terhadap kondisi alam dalam proses pertanian.