bajalinks.com – Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Solikin M. Juhro, mengungkapkan strategi dalam pengelolaan nilai tukar rupiah yang bertujuan untuk mengoptimalkan stabilitas ekonomi. Hal ini disampaikan dalam sesi uji kelayakan di hadapan Komisi XI DPR RI. Solikin menekankan pentingnya pemahaman nilai tukar dalam konteks fundamental ekonomi yang sejalan dengan target makro pemerintah.
Dalam pandangannya, nilai tukar tidak hanya sekadar angka, melainkan juga mencerminkan daya dukung mata uang terhadap indikator ekonomi utama. Pada sesi yang berlangsung Jumat (23/1/2026), ia menyatakan bahwa pengelolaan nilai tukar harus sesuai dengan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sebesar 5,4 persen dan inflasi sebesar 2,5 persen.
Solikin juga menyentuh aspek struktural yang memengaruhi nilai rupiah, dengan menyatakan bahwa dinamika permintaan dan penawaran adalah faktor kunci. Ia merincikan tantangan dalam mengelola kebutuhan impor dan utang agar seimbang dengan pemasukan dari ekspor serta aliran modal asing yang masuk ke Indonesia.
Untuk mendorong minat investor internasional, Solikin menegaskan pentingnya pengembangan instrumen keuangan yang menarik di pasar domestik. Menurutnya, ketidakpastian dalam penempatan modal membuat investor ragu untuk memasukkan dana mereka ke Indonesia. Oleh karena itu, ia menyoroti langkah-langkah konkret yang dapat diambil, termasuk program DHE untuk sektor maritim dan kebijakan yang memfasilitasi investasi di sumber daya alam.
Dengan pendekatan tersebut, Solikin berharap dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nilai tukar rupiah di masa depan.