bajalinks.com – Memasarkan produk secara online telah menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku UMKM di Indonesia seiring dengan perkembangan era digital. Namun, banyak pengusaha UMKM yang belum mengoptimalkan penjualan daring untuk meningkatkan omzet mereka. Menurut Founder Digifolium, Weliyan Tanoyo, ada dua kendala utama yang menghambat mereka, yaitu ketidakbiasaan menggunakan beragam fitur di marketplace dan keterbatasan sumber daya manusia.
Weliyan menjelaskan bahwa masalah ini lebih pada kurangnya pengalaman daripada ketidakmampuan penggunaan teknologi. Banyak UMKM yang lebih banyak bekerja sendiri, sehingga keterampilan mereka dalam memasarkan produk secara online terbatas. Ia menekankan pentingnya pelatihan dan pengelolaan waktu yang konsisten agar pelaku UMKM dapat menerapkan pengetahuan yang didapat dalam bisnis mereka.
Selain itu, pelaku UMKM juga disarankan untuk tetap kreatif dalam menghadapi penurunan penjualan. Jika produk unggulan tidak laku, pengusaha dapat mempertimbangkan untuk menjual produk sampingan yang relevan, seperti menjual sabuk ketika penjualan sepatu menurun.
Dalam kesempatan yang sama, Rika Yeo, seorang Womanpreneur dan E-Commerce Coach, menyoroti pentingnya memanfaatkan live streaming dalam pemasaran produk. Menurutnya, setiap sesi live streaming harus memiliki tujuan jelas, yaitu mempromosikan produk tertentu serta mengintegrasikan produk unggulan.
Dengan menerapkan strategi pemasaran yang tepat, diharapkan pelaku UMKM dapat memaksimalkan potensi penjualan daring mereka dan tetap bertahan dalam kompetisi pasar yang semakin ketat.