bajalinks.com – Upaya memulihkan ekonomi pasca-bencana di Aceh terfokus pada penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif. Pemerintah setempat meluncurkan pasar kreatif di Banda Aceh, yang memanfaatkan ruang strategis yang sebelumnya tidak produktif. Inisiatif ini mencakup bazar kuliner, kerajinan tangan, dan program pendampingan bagi UMKM guna meningkatkan legalitas serta kapasitas usaha masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga mengintegrasikan layanan sosial, seperti klinik kesehatan gratis dan bantuan pangan. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif. Leontinus Alpha Edison, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, menekankan bahwa nilai-nilai kemanusiaan harus menjadi bagian integral dari pemberdayaan UMKM.
Dalam keterangannya, dia menyatakan bahwa program ini berfungsi sebagai lebih dari sekadar pusat transaksi ekonomi, melainkan juga sebagai wadah untuk melakukan aksi kemanusiaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi katalis untuk memperkuat UMKM dan sektor kreatif dengan menjadikan ruang yang tidak produktif menjadi lokasi usaha yang terjangkau.
Dengan nuansa Ramadhan, pasar ini juga menghadirkan bazar kuliner dan kerajinan, bersama dengan panggung talenta untuk anak-anak guna mengekspresikan potensi mereka. Selain itu, Klinik Kesehatan gratis dan Klinik UMKM Bangkit berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk pendampingan legalitas usaha. Leontinus menyatakan bahwa mereka ingin menciptakan pengalaman yang menarik secara visual sembari memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Aceh.