bajalinks.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemindahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp300 triliun ke bank-bank Himbara bertujuan untuk mendorong pergerakan ekonomi melalui mekanisme ‘invisible hand’ di pasar keuangan. Pernyataan ini disampaikan Purbaya dalam sebuah konferensi di Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Jumat (10/4/2026).
Dana SAL yang dipindahkan diharapkan tidak hanya berfungsi untuk membiayai program prioritas nasional, tetapi juga dapat memperkuat alokasi sumber daya dalam ekonomi. Purbaya menjelaskan bahwa konsep ‘invisible hand’ merujuk pada prinsip ekonomi pasar bebas yang diusulkan oleh Adam Smith pada abad ke-18. Menurutnya, pasar akan berfungsi dengan baik tanpa campur tangan pemerintah, di mana dana yang disimpan dalam bank akan menyebar ke seluruh sistem perekonomian.
Dalam konteks ini, Purbaya menyatakan bahwa meskipun tidak penting di mana bank menyimpan dana tersebut dari perspektif teori, dampak dari penyimpanan tersebut akan terlihat ketika bank memanfaatkan dana itu untuk kegiatan ekonomi yang lebih luas. “Begitu dana ditaruh di bank, ia akan berkontribusi pada sistem perekonomian karena adanya dorongan dari invisible hand,” ujarnya.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia dan memastikan bahwa alokasi dana berjalan efisien untuk mendukung berbagai program serta kegiatan ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pendekatan ini, Purbaya optimis bahwa langkah strategis pemerintah dalam mengelola anggaran bisa memberi efek positif bagi perekonomian nasional.