bajalinks.com – Bank Indonesia (BI) baru saja mengumumkan keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung pada 21-22 Juli 2026. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa kebijakan ini diambil demi menjaga stabilitas makroekonomi serta untuk mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam rapat tersebut, BI juga menetapkan suku bunga Deposit Facility pada 4,75 persen dan Lending Facility di angka 6,5 persen. Perry menambahkan bahwa keputusan ini mencerminkan komitmen BI untuk tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa inflasi saat ini masih terkendali dan berada dalam target yang ditetapkan.
Namun, Perry juga mengungkapkan adanya ketidakpastian global yang meningkat akibat faktor-faktor eksternal. Hal ini dipicu oleh perkembangan geopolitik terkini, termasuk ketegangan di Selat Hormuz yang mengganggu lalu lintas pengiriman barang dan akan berdampak pada harga minyak global.
Sementara itu, situasi di pasar keuangan internasional tetap volatile, dan arah kebijakan suku bunga bank sentral negara-negara maju juga menjadi perhatian. Meski begitu, BI percaya bahwa kebijakan yang telah diambil akan membantu menjaga perekonomian Indonesia tetap stabil dan tumbuh.
Keputusan ini menunjukkan sikap hati-hati BI dalam menghadapi tantangan ekonomi dunia yang sedang berubah dengan cepat. Dengan mempertahankan suku bunga, BI berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi domestik di tengah berbagai risiko dan ketidakpastian yang ada.