bajalinks.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengambil langkah tegas setelah menemukan bahwa telur peternak lokal di Surabaya belum terserap dengan baik oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dalam Rapat Koordinasi Perunggasan yang berlangsung di Surabaya pada hari Selasa, Amran meminta agar Koordinator Wilayah KPPG Surabaya segera dicopot dari jabatannya.
Langkah ini diambil setelah Kepala KPPG Surabaya, Kusmayanti, melaporkan tidak adanya data penyerapan telur dari peternak lokal. Amran kemudian meminta penjelasan lebih lanjut dari jajaran terkait dan mendapatkan informasi bahwa meski beberapa SPPG sudah berkomunikasi dengan peternak, tetapi penyerapan belum optimal. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan permintaan dan jumlah minimal kebutuhan telur yang belum terpenuhi.
Amran tidak melihat kondisi tersebut sebagai alasan untuk membiarkan peternak menghadapi kesulitan dalam memasarkan hasil produknya. Ia menekankan pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memberikan manfaat nyata bagi peternak sekaligus memenuhi kebutuhan pangan bergizi masyarakat. “Ini bukan hanya sebagai menteri, tetapi juga sebagai peternak. Jutaan orang akan menderita jika keputusan salah diambil,” tegas Amran.
Sebagai tindak lanjut, Amran meminta agar Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI Trenggono, untuk mencopot Tiara Devi yang menjabat sebagai Koordinator Wilayah KPPG Surabaya. Dia berharap agar posisi tersebut segera diisi oleh orang yang lebih mampu untuk bekerja secara optimal di lapangan, guna mencegah masalah yang sama terulang di masa depan.