bajalinks.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali mengingatkan masyarakat tentang bahayanya obat abal-abal, khususnya obat pelangsing yang menawarkan hasil instan. Mengingat obesitas adalah penyakit kronis dengan penyebab yang kompleks, penanganannya harus melibatkan pendekatan ilmiah dan konsultasi dengan tenaga kesehatan.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap promosi produk kesehatan yang sering diiringi klaim berlebihan, terutama di media sosial. “Informasi dari review tidak seharusnya menjadi satu-satunya dasar untuk menggunakan obat penurun berat badan,” tegasnya dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Taruna juga menegaskan bahwa penggunaan obat penurun berat badan harus sesuai dengan ketentuan. Jika obat tersebut memerlukan resep, maka konsultasi dengan dokter sangat penting sebelum penggunaan. Untuk mencegah terjebak dalam produk ilegal, masyarakat disarankan untuk menerapkan prinsip Cek KLIK sebelum membeli obat atau produk kesehatan. Ini mencakup pemeriksaan kemasan, label, izin edar, dan masa kedaluwarsa.
Kemasan perlu diperiksa untuk memastikan kondisinya baik, sementara label harus dibaca dengan cermat, termasuk informasi indikasi produk. Selain itu, produk harus memiliki izin edar yang valid dan tidak melewati tanggal kedaluwarsa.
BPOM juga mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap barcode pada kemasan. Jika setelah dipindai mengarah ke laman yang tidak berkaitan dengan BPOM, produk tersebut patut dicurigai dan sebaiknya dilaporkan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat lebih terlindungi dari produk kesehatan yang berbahaya.