bajalinks.com – Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal semakin meluas di sektor industri manufaktur di Indonesia. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh kini berupaya keras untuk membantu pekerja yang kehilangan pekerjaan agar dapat segera mendapatkan kesempatan kerja baru.
Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyatakan bahwa organisasi mereka sedang menjalin komunikasi intensif dengan pihak pemerintah. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan peran Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi PHK, yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden, agar dapat beroperasi lebih efektif di lapangan.
Kasus penutupan total PT Xacti Indonesia di Depok menjadi salah satu contoh terbaru, di mana sebanyak 350 pekerja mengalami PHK. Selain itu, di Karawang tercatat 1.323 buruh terkena PHK, dengan alasan yang bervariasi seperti penutupan perusahaan, efisiensi, dan ketidakcocokan manajemen.
Fenomena ini juga menular ke wilayah Banten, khususnya di Serang dan Tangerang. Sektor sepatu dan tekstil merupakan yang paling terdampak, dengan beberapa perusahaan seperti PT Sinhwa Bis dan PT Lung Cheong merumahkan ratusan karyawan. Raksasa sepatu PT Nikomas Gemilang juga mengumumkan PHK bagi 279 karyawannya pada bulan Mei 2026.
Iqbal menyampaikan rencana untuk bertemu dengan pimpinan DPR RI, termasuk Sufmi Dasco, guna mendiskusikan sinergi antara pemerintah dan parlemen dalam menghadapi ancaman PHK tersebut. KSPI dan Partai Buruh berkomitmen untuk menuntut agar pemerintah mengambil langkah nyata, termasuk memantau pemenuhan hak-hak buruh.
Dalam upayanya, Iqbal mendorong skema penyaluran kembali tenaga kerja, mengusulkan agar pekerja yang terdampak efisiensi di satu daerah dapat dijembatani dengan peluang kerja di daerah lain yang sedang berkembang, seperti di Brebes, Jawa Tengah, yang saat ini sedang tumbuh pesat.