bajalinks.com – Harga kedelai impor semakin meroket di pasar saat ini, memicu pemerintah untuk mempertimbangkan penyaluran subsidi bagi perajin tahu dan tempe. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa langkah mitigasi sedang disiapkan melalui koordinasi antar kementerian untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pangan olahan berbasis kedelai bagi masyarakat.
Per tanggal awal Oktober 2026, data dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan mencatat bahwa harga rata-rata kedelai biji kering impor nasional berada di level Rp13.600 hingga Rp13.700 per kilogram. Angka ini jauh di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, di mana harga acuan maksimal ditetapkan Rp12.000 per kilogram untuk perajin dan Rp11.500 per kilogram untuk importir.
Kondisi ini membuat harga bahan baku tahu dan tempe di pasaran juga melonjak, saat ini berada pada kisaran Rp13.200 per kilogram. Dalam menghadapi situasi ini, Kementerian Perdagangan aktif menjajaki opsi penyaluran subsidi untuk meringankan beban perajin.
Pemerintah menyadari pentingnya menjaga kestabilan harga kedelai mengingat produk-produk berbasis kedelai merupakan sumber utama protein nabati bagi masyarakat Indonesia. Dengan adanya subsidi, diharapkan dapat membantu perajin dalam mempertahankan usaha mereka dan menjaga harga agar tetap terjangkau bagi konsumen.