bajalinks.com – Seorang pemimpin harus mau mendengar masukan dari orang-orang di sekitarnya, menjadi pokok penilaian Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Dalam sebuah acara di Jakarta, Luhut menekankan bahwa sikap merasa paling benar dapat menghambat pengambilan keputusan yang efektif.
Luhut menyampaikan pandangannya tersebut pada Senin (28/9/2026) saat pembukaan Galeri Jejak Langkah Luhut Binsar Pandjaitan. Dia menjelaskan pengalaman berharga yang didapatnya dari berbagai peran yang dijalani, mulai dari prajurit TNI, diplomat, hingga menteri, yang semua memberikan pelajaran penting akan pentingnya mendengarkan.
Menurut Luhut, tidak ada satu pemimpin pun yang bisa memahami sepenuhnya isu-isu yang dihadapi tanpa bantuan tim atau orang lain. “Pemimpin tuh harus mau dengar. Kalau pemimpin tidak mau dengar, ya repot,” ungkapnya. Ia menyadari bahwa manusia memiliki keterbatasan dan pandangan yang tidak selalu komprehensif.
Selama masa jabatannya di pemerintahan, Luhut mengandalkan masukan dari timnya, yang sebagian besar terdiri dari generasi muda. Dia menegaskan bahwa pencapaian yang diperolehnya dalam menangani berbagai masalah, termasuk pandemi Covid-19, adalah hasil kolaborasi, bukan semata-mata usaha individu. “Itu adalah anak-anak muda ini di sekitar saya. Saya hanya dengerin mereka, tanya mereka bagaimana pendapat mereka,” terang Luhut.
Dengan demikian, Luhut mengajak para pemimpin untuk lebih terbuka terhadap masukan agar mampu mengambil keputusan yang lebih baik. Keberhasilan dalam memimpin, menurutnya, tergantung pada kemampuan untuk mendengarkan dan berkolaborasi dengan tim.