bajalinks.com – Lembaga penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), telah memutuskan untuk mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai kategori Emerging Market. Keputusan ini diumumkan setelah hasil tinjauan tahunan klasifikasi negara atau Annual Country Review 2026.
Dalam pengumuman resmi yang dirilis, MSCI menegaskan bahwa tidak ada perubahan dalam daftar negara yang tercakup dalam MSCI Frontier Emerging Markets Index. Dengan demikian, Indonesia tetap termasuk dalam jajaran pasar berkembang, bersanding dengan negara-negara seperti Brasil, China, India, dan Korea Selatan. Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi rutin tahunan terhadap komposisi Emerging Markets dalam indeks tersebut.
Keteguhan posisi Indonesia di pasar modal global ini menunjukkan pertumbuhan dan stability yang terus terjaga. MSCI menyampaikan bahwa hasil tinjauan ini memastikan keberlanjutan status ini tanpa adanya perombakan signifikan pada negara-negara lain dalam indeks. Meski demikian, MSCI juga melakukan penyesuaian dengan mengeluarkan 10 saham emiten dari Indonesia dari indeks tersebut, yang akan berlaku efektif setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026.
Keputusan ini penting bagi investor dan pelaku pasar, karena status sebagai Emerging Market kerap dihubungkan dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang signifikan. MSCI Frontier Emerging Markets Index sendiri dirancang untuk menggabungkan indeks negara dari MSCI Frontier Markets dan sejumlah negara selected dari MSCI Emerging Markets.
Dengan peneguhan status ini, Indonesia berharap dapat menarik lebih banyak investor yang mencari peluang di pasar berkembang, sekaligus mempertahankan kepercayaan terhadap potensi ekonominya di kancah internasional.