bajalinks.com – Kinerja PT United Tractors Tbk (UNTR) pada semester I 2026 mengalami penurunan yang signifikan, dengan pendapatan bersih mencapai Rp 58,28 triliun. Ini merupakan penurunan sebesar 15 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp 68,52 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh dampak Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang berdampak pada bisnis alat berat dan sektor batu bara.
Finance Director United Tractors, Vilihati Surya, mengungkapkan bahwa penjualan alat berat Komatsu turun 21 persen, mencapai 2.689 unit hingga Agustus 2026. Penurunan ini paling terasa pada kategori big machine, yang tercatat menurun sebesar 49 persen menjadi hanya 436 unit. Dalam kegiatan Astra Media Day pada Rabu, 23 September 2026, Vilihati menjelaskan bahwa penurunan ini berkaitan erat dengan keputusan para pelanggan, terutama dari sektor pertambangan batu bara, yang menahan pembelian alat beratnya.
Dampak dari RKAB terlihat jelas, di mana banyak pelanggan, termasuk dari perusahaan pertambangan seperti Pama, merasa perlu untuk mengurangi pembelian mesin guna menjaga kesehatan keuangan mereka. Penjualan big machine memiliki kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan, di mana nilai per unitnya bisa mencapai 10-15 kali lipat dibandingkan dengan alat kecil.
Dengan kondisi yang demikian, United Tractors menghadapi tantangan di tengah situasi pasar yang sulit. Upaya efisiensi dan pengelolaan kapasitas yang hati-hati menjadi penting untuk menjaga stabilitas perusahaan dalam menghadapi tekanan industri ini.