bajalinks.com – Keterlambatan penerbangan di Indonesia terus menjadi masalah yang perlu perhatian serius. Baru-baru ini, terjadi insiden di mana salah satu penerbangan mengalami delay hingga 5 jam, menyoroti kendala mendasar dalam sistem penerbangan nasional yang perlu diperbaiki.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkritik keras situasi ini, menekankan bahwa masalah keterlambatan bukan sekadar masalah waktu, tetapi juga menyangkut hak konsumen untuk mendapatkan pelayanan yang baik dan tepat waktu. Menurut Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo, maskapai harus secara terbuka meminta maaf kepada konsumen atas gangguan yang dialami, alih-alih hanya memberikan alasan yang tidak memadai.
YLKI menekankan pentingnya transparansi dalam komunikasi mengenai alasan keterlambatan. Informasi yang diberikan harus jelas dan dapat dipahami, bukan sekadar informasi normatif yang tidak memberikan solusi bagi konsumen yang dirugikan. Lebih jauh, YLKI ingin agar maskapai menegaskan komitmen mereka untuk meningkatkan kualitas layanan demi mencegah insiden serupa di masa mendatang.
Pemerintah juga didorong untuk mengambil langkah lebih lanjut dengan melakukan audit operasional terhadap maskapai penerbangan. YLKI meminta Kementerian Perhubungan melakukan penilaian menyeluruh terkait kelayakan operasional dan manajemen layanan maskapai. Hal ini diharapkan dapat menciptakan kepastian bagi penumpang dan memastikan keselamatan penerbangan.
Rio menuturkan bahwa keresahan masyarakat terhadap keterlambatan penerbangan perlu ditindaklanjuti melalui tindakan konkret dari pemerintah. Dengan melakukan audit dan pengawasan, diharapkan pelayanan penerbangan di Indonesia dapat ditingkatkan dan kepuasan konsumen terjamin.