bajalinks.com – Pergerakan masyarakat selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru) diprediksi akan mencapai puncaknya dalam empat periode berbeda, menurut Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Hal ini menjadi perhatian pemerintah yang sedang mempersiapkan strategi pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas di akhir tahun.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menyatakan bahwa puncak pergerakan menjelang Natal diperkirakan terjadi pada 23 dan 24 Desember 2026. Selanjutnya, untuk arus setelah Natal, puncak diprediksi terjadi pada 27 dan 28 Desember 2026. Menjelang Tahun Baru 2027, puncak pergerakan diperkirakan akan terjadi pada 30 dan 31 Desember 2026, sedangkan arus pasca Tahun Baru diperkirakan terjadi pada 3 dan 4 Januari 2027.
Aan menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam rangka mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut. Upaya ini dimaksudkan untuk memastikan perjalanan selama masa libur Natal dan Tahun Baru berjalan dengan aman dan lancar. Kementerian Perhubungan juga akan memperkuat kesiapan transportasi darat melalui pemeriksaan kelaikan kendaraan, khususnya untuk bus antarkota antarprovinsi dan bus pariwisata.
Selain itu, pemeriksaan kesiapan terminal dan pemetaan titik rawan kecelakaan serta kemacetan juga menjadi fokus utama. Pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang juga termasuk dalam strategi pengendalian lalu lintas selama periode Nataru. Pemerintah akan menyiapkan koordinasi dengan TNI, Korlantas Polri, Kementerian Pekerjaan Umum, BMKG, pengelola jalan tol, dan pemerintah daerah untuk kelancaran lalu lintas.