bajalinks.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2026, dengan penurunan sebesar 55 poin atau sekitar 0,30 persen, sehingga berada di level 18.135 per dolar AS. Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa faktor utama yang memengaruhi pelemahan ini berasal dari sentimen eksternal, khususnya konflik yang melibatkan kelompok Houthi di Yaman.
Kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran terus melancarkan serangan, termasuk terhadap bandara dan fasilitas minyak di Arab Saudi pada hari Sabtu. Meskipun Arab Saudi berhasil mencegat beberapa rudal dan drone yang diluncurkan oleh Houthi, kondisi keamanan di sekitar Laut Merah dilaporkan semakin memburuk, seiring aktivitas Houthi yang mengarah menuju Selat Bab el-Mandeb, jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Sebagai upaya meredakan ketegangan, mediator dari Qatar telah melakukan kunjungan ke Teheran pada hari Minggu, yang dilakukan dalam koordinasi dengan pihak Washington. Inisiatif diplomatik ini diharapkan dapat memberikan kelegaan kepada pasar, yang belakangan ini mengalami lonjakan harga dipicu oleh kekhawatiran akan potensi konflik yang lebih luas.
Di samping itu, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters, sejumlah pejabat senior dari Arab Saudi, Turki, dan Pakistan juga dijadwalkan melakukan pertemuan dengan rekan-rekan mereka dari Iran di Teheran pada hari Senin. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas koordinasi regional dalam menghadapi situasi yang semakin tidak menentu.