bajalinks.com – Tarif fantastis dikenakan Iran bagi kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz, mencapai USD 2 juta atau sekitar Rp 33,8 miliar dengan kurs Rp 16.900 per USD. Kebijakan ini mulai diterapkan pada beberapa kapal komersial, menunjukkan pengaruh Iran di jalur energi yang krusial di dunia.
Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk menegaskan kedaulatan Iran atas jalur strategis tersebut. Alaeddin Boroujerdi, salah satu anggota Dewan Iran, menyatakan bahwa penerapan tarif ini mencerminkan kekuatan pemerintah Iran di wilayah tersebut. Pengumpulan biaya transit bagi setiap kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz diharapkan dapat mengatur arus navigasi sekaligus meningkatkan pendapatan negara.
Meski sejumlah kapal telah membayar tarif transit, rincian mengenai mekanisme pembayaran belum jelas, termasuk mata uang yang digunakan. Situasi ini berpotensi menciptakan ketidakpastian bagi pemilik kapal yang melintasi area tersebut. Beberapa laporan mengindikasikan bahwa proses pembayaran tidak berlangsung sistematis, sehingga menambah kerumitan bagi operator laut.
Pemerintah Iran tampaknya berusaha memperkuat posisinya di Selat Hormuz, yang memegang peranan vital dalam pengiriman energi global. Keputusan ini menarik perhatian sejumlah negara dan pelaku industri maritim, mengingat nilai strategis dan ekonomi dari jalur tersebut. Dalam konteks yang lebih luas, perkembangan ini bisa berdampak pada harga energi dan stabilitas pasar internasional, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur utama bagi transportasi minyak dunia.