bajalinks.com – Penerapan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat oleh pemerintah untuk ASN dan karyawan swasta dinilai tidak efektif dalam mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengungkapkan bahwa kebijakan ini justru berpotensi menciptakan pergeseran mobilitas, bukan pengurangan. Sekretaris Jenderal MTI, Aditya Dwi Laksana, dalam konferensi pers di Jakarta pada 15 April 2026, menjelaskan bahwa pemilihan hari Jumat berdekatan dengan akhir pekan membuat banyak orang beralih dari perjalanan ke kantor menuju aktivitas wisata atau pulang kampung.
Fenomena yang dikenal sebagai “Pergi Jumat Kembali Ahad” dapat menyulitkan upaya pengurangan konsumsi BBM, karena kegiatan non-produktif menjadi meningkat pada hari tersebut. Aditya menjelaskan bahwa kebijakan WFH tidak bisa beroperasi secara mandiri dan perlu diintegrasikan dengan langkah-langkah lain yang lebih komprehensif.
Selain itu, MTI mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap kebijakan WFH, termasuk menganalisis dampaknya terhadap konsumsi BBM dan perubahan pola mobilitas masyarakat. Dengan melakukan analisis before dan after, pemerintah dapat mengevaluasi efektivitas kebijakan tersebut, melihat apakah terjadi penurunan pada volume perjalanan, serta mengidentifikasi pola baru dalam mobilitas warga.
Pentingnya evaluasi ini diharapkan bisa membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan transportasi yang lebih efisien dan efektif, sehingga tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, tetapi juga menciptakan perubahan yang berkelanjutan dalam pengelolaan transportasi di Indonesia.