bajalinks.com – Penjualan rumah di pasar primer mengalami penurunan yang signifikan pada kuartal III 2026, sesuai dengan laporan terbaru dari Bank Indonesia (BI). Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) tercatat tumbuh hanya 0,56 persen secara tahunan, menurun dibandingkan 0,69 persen pada kuartal II 2026.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa Survei Harga Properti Residensial (SHPR) menunjukkan penurunan penjualan untuk semua tipe hunian selama periode yang sama. “Hasil survei mengindikasikan bahwa penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan III 2026 menurun,” ungkap Denny dalam rilis resmi yang dirilis pada 6 November 2026.
Analisis lebih dalam terhadap hasil survei di 18 kota menunjukkan bahwa tujuh kota mengalami perlambatan pertumbuhan IHPR, sementara satu kota bahkan mencatat penurunan indeks harga properti residensial secara tahunan. Data ini mengindikasikan adanya tantangan dalam pasar properti yang harus dihadapi oleh pengembang dan calon pembeli.
Dari perspektif kuartal, pertumbuhan IHPR di pasar primer juga menunjukkan penurunan. Pada kuartal III 2026, IHPR tumbuh sebesar 0,11 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang mencapai 0,26 persen. Penurunan ini mencerminkan kondisi perekonomian yang masih dalam pemulihan, di mana daya beli masyarakat terhadap properti mengalami tekanan.
Dengan data ini, para pelaku pasar diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi, sementara pemerintah perlu mengkaji kembali langkah-langkah untuk mendukung pertumbuhan sektor properti demi mendorong pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.