bajalinks.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan penyaluran bantuan sektor pertanian senilai Rp1,33 triliun untuk Provinsi Papua Selatan, sebagai langkah memperkuat kawasan ini sebagai lumbung pangan di Indonesia timur. Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi pertanian untuk meningkatkan berbagai indikator pertanian, termasuk luas tanam dan produktivitas, melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dan Optimalisasi Lahan (Oplah).
Penyerahan bantuan berlangsung di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, pada Sabtu, 4 Juli 2026. Dalam pernyataannya, Amran menyatakan bahwa total bantuan tahun 2026 ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Papua Selatan. Kementerian Pertanian memfokuskan anggaran ini untuk pembangunan infrastruktur pertanian, penyediaan alat dan mesin pertanian, benih, pupuk, pestisida, serta pengembangan berbagai sektor seperti tanaman pangan dan peternakan.
Amran menegaskan bahwa pembangunan pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan luas lahan, tetapi juga menuju pertanian modern yang lebih efisien. Ia menyampaikan kebanggaannya melihat perkembangan pertanian di Merauke, yang kini telah mengadopsi teknologi modern dan dioperasikan oleh generasi muda Papua. Inovasi seperti penggunaan drone pertanian dan alat mekanisasi lainnya menunjukkan bahwa sektor pertanian di Merauke berkembang pesat dan sejajar dengan praktik terbaik di negara-negara maju.
Melalui berbagai inisiatif ini, pemerintah berharap dapat memperkuat ketahanan pangan di Papua Selatan, sekaligus mendorong peningkatan pendapatan petani serta kualitas hidup masyarakat di daerah tersebut.