bajalinks.com – Indonesia berbagi pengalaman dalam pengelolaan ekosistem lahan gambut berbasis data pada pertemuan Global Peatlands Initiative (GPI) yang berlangsung di Lima, Peru. Dalam acara ini, Kepala Sekretariat Interim International Tropical Peatland Center (ITPC), Agus Justianto, menekankan pentingnya perlindungan ekosistem gambut dalam rangka mendukung pembangunan rendah karbon. Hal ini juga sejalan dengan target kontribusi nasional Indonesia yang tertuang dalam Nationally Determined Contribution (NDC).
Agus menjelaskan bahwa pengelolaan lahan gambut melibatkan banyak aspek, termasuk pengurangan emisi gas rumah kaca, menjaga fungsi hidrologi, dan melindungi keanekaragaman hayati. Menurutnya, pengelolaan gambut bukan hanya soal melestarikan lahan basah, tetapi juga memastikan pemanfaatan sumber daya tersebut dilakukan secara berkelanjutan.
Kerangka pengelolaan yang diusulkan meliputi perlindungan lahan gambut yang masih baik, pengelolaan berkelanjutan, dan restorasi hidrologi. Agus menegaskan bahwa pengelolaan harus dilakukan secara sistematis dan terintegrasi, tidak hanya pada tingkat area kecil, tetapi juga di tingkat Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) untuk mencapai keseimbangan air dan pengurangan emisi karbon yang optimal.
Dia juga menyoroti bahwa pengelolaan lahan gambut perlu menjaga muka air tanah, menghindari drainase berlebihan, serta menggunakan komoditas yang sesuai dengan karakteristik gambut. Selain itu, Indonesia berkomitmen untuk memperkuat penelitian dan inovasi restorasi gambut dengan melibatkan 17 perguruan tinggi dan 10 lembaga riset. Inisiatif ini mencakup pengembangan sistem pemantauan serta praktik terbaik di lapangan sebagai pusat pembelajaran.