bajalinks.com – Tantangan Indonesia dalam mencapai swasembada bawang putih menjadi sorotan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Dalam konferensi pers yang berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026, Amran menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama adalah karakteristik bibit bawang putih yang memerlukan masa dorman selama delapan bulan sebelum bisa ditanam.
Menurutnya, masa dorman ini berbeda jauh dengan komoditas lain seperti padi dan jagung yang dapat segera ditanam setelah panen. “Bawang putih itu tantangannya harus dorman 8 bulan, tidak seperti padi jagung,” ucapnya, menekankan pentingnya kesabaran dalam proses budidaya bawang putih.
Selain masalah bibit, faktor geografis juga diidentifikasi sebagai tantangan dalam pengembangan produksi bawang putih. Amran menyebut bahwa pemerintah akan mengedepankan ketinggian wilayah tertentu sebagai lokasi untuk budidaya bawang putih. Beberapa daerah yang dianggap sesuai akan dijadikan sentra produksi.
Salah satu lokasi yang dipilih adalah Sembalun, di mana rencananya akan dilakukan penanaman bersama Kapolri pada tanggal 19 mendatang. Langkah ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah untuk meningkatkan produksi bawang putih di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, diharapkan target swasembada bawang putih dapat tercapai dalam waktu tiga tahun ke depan. Pemerintah terus berupaya mengatasi berbagai tantangan yang ada agar komoditas ini dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik secara maksimal.