bajalinks.com – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengingatkan bahwa pekerja perlu bersiap menghadapi perubahan teknologi, terutama perkembangan artificial intelligence (AI), agar tetap memiliki daya saing di era modern. Hal ini disampaikan Yassierli dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada Rabu, 15 April 2026.
Menurutnya, penggunaan AI di Indonesia masih berada di bawah rata-rata global, mencerminkan perlunya peningkatan kesiapan tenaga kerja untuk mengikuti perkembangan tersebut. “Kuncinya bukan hanya pada teknologinya, tetapi bagaimana kita membekali sumber daya manusia agar siap. Pekerja harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan terus berkembang menghadapi perubahan,” jelasnya.
Yassierli menekankan bahwa tantangan di dunia kerja tidak hanya berkaitan dengan perlindungan hak-hak normatif, namun juga penjaminan bahwa pekerja memiliki kompetensi yang relevan. Ia mengingatkan bahwa kemampuan untuk beradaptasi dengan teknologi merupakan kunci menghadapi kompetisi global.
Lebih lanjut, ia juga menegaskan pentingnya peran serikat pekerja dalam konteks ini. Serikat pekerja diharapkan dapat berperan secara strategis, tidak hanya hadir saat masalah hubungan kerja muncul, tetapi juga aktif dalam mempersiapkan para pekerja menghadapi perubahan teknologi. Dengan demikian, diharapkan pekerja dapat lebih siap dan relevan ketika menghadapi tantangan baru yang muncul akibat kemajuan teknologi.
Kesiapan tenaga kerja Indonesia untuk beradaptasi dengan teknologi seperti AI menjadi perhatian utama, terutama untuk menghindari ketertinggalan dalam percaturan ekonomi global.