bajalinks.com – Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) tengah berfokus pada konsolidasi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pasca Musyawarah Nasional (Munas) yang baru saja dilaksanakan. Dalam Munas tersebut, Hatman terpilih sebagai Ketua Umum yang baru, menggantikan Muchsin Ridjan, dan akan memimpin organisasi ini untuk masa bakti 2024-2029.
Hatman menjelaskan bahwa pergantian kepemimpinan tidak akan berdampak pada arah dan program kerja ASEPHI yang telah ditetapkan. Ia menekankan komitmen untuk melanjutkan sejumlah program penting yang bertujuan memperkuat anggota, daerah, serta akses pasar dan daya saing industri kerajinan di Indonesia.
Dengan ribuan UMKM di bawah naungan ASEPHI, Hatman menyatakan bahwa tugas utama kepengurusan baru adalah menjaga kesinambungan program dan memperbaiki aspek yang masih perlu penguatan. Selain itu, ia menginginkan struktur organisasi di daerah dapat mengenali potensi produk yang selama ini terabaikan dalam jaringan ASEPHI.
Peningkatan fungsi organisasi dan advokasi menjadi fokus utama, di mana kepengurusan baru akan membantu pelaku usaha dalam menghadapi masalah legalitas, kewajiban perpajakan, dan berbagai tantangan administratif lainnya yang sering menghalangi perkembangan UMKM.
Hatman menambahkan, tantangan saat ini bukan hanya menemukan produk berpotensi, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung pengembangan, produksi, dan pemasaran produk kerajinan secara berkelanjutan. Dalam susunan pengurus baru, Hatman didukung oleh Wakil Ketua yang membawahi berbagai bidang kerja, termasuk kerja sama internasional dan pengembangan digital.
Dengan semangat baru dan struktur yang terorganisir, ASEPHI berupaya memajukan industri kerajinan Indonesia serta meningkatkan daya saing UMKM di pasar global.