bajalinks.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengadakan pertemuan daring dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk memperkuat pasar modal Indonesia. Pertemuan ini diadakan sesuai arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bertujuan untuk meningkatkan kredibilitas serta transparansi di pasar modal.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa terdapat tiga agenda besar dalam reformasi pasar modal Indonesia. Pertama, perluasan keterbukaan data kepemilikan saham akan dilakukan dengan menambah pengungkapan kepemilikan di atas 1 persen, bukan hanya 5 persen seperti sebelumnya. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi di pasar.
Kedua, penyempurnaan klasifikasi investor dalam sistem Single Investor Identification (SID) melibatkan kolaborasi dengan pelaku pasar. KSEI akan meningkatkan data fields yang ada dengan menambah 27 klasifikasi investor sebagai subkategori pada dua kategori investor, yakni Corporate (CP) dan Others (OT). Penyempurnaan ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak rincian tentang berbagai jenis investor yang ada.
Ketiga, ketentuan minimum free float akan meningkat dari 7,5 persen menjadi 15 persen sebagai upaya mendalami pasar dan menyelaraskan dengan rencana aksi reformasi yang lebih luas. Penerapan perubahan ini akan dilakukan secara bertahap.
BEI menargetkan agar seluruh inisiatif tersebut dapat diselesaikan sebelum akhir April 2026. Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif bagi pasar modal, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor domestik dan asing.