bajalinks.com – Sentimen pasar kripto mengalami perbaikan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk menyelesaikan konflik dan membuka kembali Selat Hormuz. Kesepakatan ini menurunkan ketidakpastian geopolitik yang selama ini membayangi pasar, mendorong investor untuk kembali melirik aset-aset dengan volatilitas tinggi, termasuk Bitcoin.
Pada perdagangan hari Senin (15/6/2026), harga Bitcoin sempat menembus angka USD65.900, mengalami kenaikan sekitar 2% dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data dari CoinMarketCap, Bitcoin diperdagangkan di rentang USD63.900 hingga USD65.900, yang menempatkan harga Bitcoin hampir 8% lebih tinggi dari level terendah pekan lalu yang sempat di bawah USD60.900.
Aloysia Dian, Chief Marketing Officer Indodax, menyatakan bahwa meredanya ketegangan di Timur Tengah memberikan peluang bagi para investor untuk meningkatkan eksposur mereka terhadap aset yang beresiko tinggi. Dia menambahkan bahwa saat risiko global menurun, investor cenderung kembali memilih aset-aset tersebut, membantu memulihkan harga di pasar kripto.
Selain Bitcoin, sejumlah aset kripto utama juga menunjukkan penguatan. Ethereum mengalami kenaikan sekitar 5,1% ke level USD1.758, Solana menguat 6,6% menjadi USD72,6, dan XRP bertambah hingga 7,1% ke USD1,2. Di antara aset dengan kapitalisasi besar, Hyperliquid (HYPE) mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 11,6% ke USD67,8.
Penguatan pasar kripto sejalan dengan membaiknya sentimen risiko global pasca kesepakatan AS-Iran. Harga minyak mentah Brent bahkan mengalami penurunan lebih dari 4% ke kisaran USD83 per barel, sementara pasar saham Asia dan kontrak berjangka indeks saham AS juga menunjukkan tren positif. Namun, Aloysia mengingatkan bahwa kelanjutan tren positif ini masih tergantung pada faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin ke depannya.