bajalinks.com – Kementerian Pertanian (Kementan) mengumumkan langkah-langkah strategis untuk menstabilkan harga telur ayam ras di tingkat produsen. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap fluktuasi harga telur yang terjadi di berbagai daerah, yang disebabkan oleh tingginya pasokan dan melemahnya daya serap pasar dalam beberapa minggu terakhir.
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menegaskan pentingnya meningkatkan serapan pasar dan melakukan hilirisasi produk peternakan. Langkah ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat serta memastikan keterjangkauan pangan bagi masyarakat luas.
Direktur Jenderal PKH Kementan, Agung Suganda, mengakui tekanan yang dialami peternak, terutama di sektor layer. “Kami memahami kesulitan yang dihadapi peternak layer rakyat akibat penurunan harga. Arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, sangat jelas: negara harus hadir untuk mendukung peternak agar mereka dapat terus berusaha dan berkembang,” jelas Agung di Jakarta pada tanggal 9 Mei 2026.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan komitmen pemerintah untuk berpihak kepada peternak nasional. Dia menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar. “Kita tidak boleh membiarkan peternak kita berjalan sendiri. Kami akan terus berupaya untuk memperjuangkan hak-hak peternak,” ungkapnya.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu peternak mengatasi tantangan yang mereka hadapi dan sekaligus memastikan ketersediaan telur yang terjangkau bagi masyarakat. Kementan terus berupaya untuk menciptakan pasar yang lebih stabil guna mendukung pemulihan sektor peternakan di Indonesia.